SANANA- Setelah mendapat informasi talud di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula patah sepenjang 5 meter akibat curah hujan tinggi, kontraktor CV. Gela Karya Utama berjanji akan melakukan perbaikan.
Pasalnya, talud penahan banjir di Desa Baleha sepanjang 539 meter tersebut dikerjakan pada tahun 2025 dan pekerjaan tuntas 100 persen.
“Kami akan lakukan perbaikan, membenahi patahan”, ujar Kontraktor Bhernad Ham Mandagi atau akrab disapa Ko Titi, Kamis, 9 April 2026.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sula, Ade Yudhistira,, kemarin Rabu (8/4/2026) langsung turun ke lokasi patahan Talud, Yoyo ke TKP untuk memastikan kerusakan dan rencana penanganan.
“Titik Talud yang patah sepanjang 5 meter, makanya tadi kita turun untuk memastikan kerusakan,” ungkap Yoyo sapaan akrabnya.
Namun demikian Yoyo mengatakan jika kondisi ini tidak bisa dibiarkan, dan harus segera dilakukan perbaikan, agar tidak mengancam pemukiman warga masyarakat disekitar kali Baleha.
Yoyo juga mengaku bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kontraktor Pelaksana Pekerjaan (Ko Titi) dan siap memperbaiki bagian Talud yang patah .
“Karena masih dalam masa pemeliharaan, sehingga masih menjadi tanggung jawab kontraktor,” tutupnya.
Banyak pihak berharap perbaikan atau rehab Talud yang patah ini harus diawasi ketat oleh pihak Perencanaan maupun Pengawas, tujuannya agar memastikan bahwa kontraktor sudah kerja sesuai dengan RAB maupun perencanaan.
“Jika nanti dilakukan perbaikan, pihak pengawas dan perencanaan harus ada dilapangan, agar memastikan bahwa pihak ke-3 sudah bekerja sesuai dengan RAB maupun perencanaan”, cetus Dani salah seorang warga Kepulauan Sula.
Kalo tidak demikian maka pihak Ke-3 akan dirugikan, misalnya saja terjadi Force Majeure atau Bencana dimana terjadi keadaan memaksa diluar kendali manusia, tapi kemudian dikatakan bahwa kontraktor atau pihak Ke-3 bekerja tidak sesuai, dan disalahkan.
“Sehingga semua bertanggung jawab sesuai dengan kapasitas masing-masing”, tutup Dani warga Kepulauan Sula. (di)




















