Scroll untuk baca artikel
[smartslider4 slider="4"]
Gambar
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
previous arrow
next arrow
Gambar
Sula

Stok BBM Terbatas, Pemilik SPBU Falabisahaya Kepulauan Sula Minta Perhatian Pihak Terkait

37
×

Stok BBM Terbatas, Pemilik SPBU Falabisahaya Kepulauan Sula Minta Perhatian Pihak Terkait

Sebarkan artikel ini
Pemilik SPBU Kompak Falabisahaya Kepulauan Sula, Wilson Wowor. (Istimewa)

SANANA- Kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.600 per liter menjadi Rp 16.250 per liter baru-baru ini untuk wilayah Maluku Utara. Meski demikian, konsumsi BBM di salah satu SPBU Kompak di Desa Falabisahaya Kabupaten Kepulauan Sula ini meningkat drastis.

Hal ini membuat pemilik SPBU Kompak di desa tersebut mengaku dipersempitkan lantaran stok BBM jenis Pertamax yang terbatas akibat dengan adanya aktivitas perusahaan kayu milik PT. Sampoerna Kayoe yang beroperasi di Falabisahaya, Kepulauan Sula.

Gambar

“Tidak dipungkiri dengan bukanya perusahaan yang menampung ribuan tenaga kerja baik yang berasal dari Pulau Mangoli maupun di luar Pulau Mangoli, itu konsumi BBM meningkat drastis, sebenarnya bukan hanya BBM, Bahan Pokok (Bapok) lainnya juga demikian”, ujar Dani, salah satu warga Falabisahaya, Jum’at (12/6/2026).

“Silahkan saja lihat antrian pengisian BBM di SPBU Kompak Falabisahaya pada jam-jam sibuk yang didominasi oleh karyawan PT. Sampoerna Kayoe,” singkatnya.

Sementara itu, Ko Wil pemilik SPBU Kompak di Falabisahaya kepada media ini membenarkan, jika konsumsi BBM meningkat tajam sejak beroperasinya PT. Sampoerna Kayoe.

“Sejak buka perusahaan memang kita jual minyak lebih cepat habis, malah kadang stok yang ada tidak cukup untuk melayani konsumsi minyak disini,” ungkap Ko Wil.

Ko Wil menjelaskan, bahwa SPBU miliknya mendapat jatah Suplai 30 Ton BBM Subsidi jenis Pertalite dan 60-70 Ton BBM Non Subsidi Jenis Pertamax.

Lantaran itu, ia meminta ada perhatian serius dari pihak terkait untuk penambahan stok BBM di SPBU Kompak Falabisahaya,.

“Yang disuplai Pertamina kadang tidak bisa menutup kebutuhan disini, makanya kalo boleh ditambah lagi suplainya terutama yang Pertalite,” pungkasnya.

Disentil terkait naiknya harga BBM Jenis Pertamax yang baru saja terjadi, dengan tertawa ringan Ko Wil menjelaskan.

“Itu kan kenaikan harga Pertamax terjadi malam, besoknya baru kita jual minyak, dong baku gara (bercanda-red), bilang kata ini minyak stok lama jadi jual dengan harga lama dulu”, pungkas Ko Wil menceritakan.

Menurutnya menyangkut kenaikan harga BBM masyarakat lebih dulu tau melalui platform media sosial (medsos) yang terdepan menginformasikan, sehingga pihak penjual BBM seperti dirinya tidak terlalu rumit untuk mensosialisasikan menyangkut kenaikan harga tersebut.

“Tinggal kita rubah saja harga di mesin dispenser BBM, mereka sudah tau”, tutup Ko Wil. (di)

Example 300250
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
previous arrow
next arrow
Gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *