Scroll untuk baca artikel
Gambar
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
previous arrow
next arrow
Gambar
HukrimSula

Kemenag Sula Teruskan Laporan Oknum ASN ke Kanwil Malut

21
×

Kemenag Sula Teruskan Laporan Oknum ASN ke Kanwil Malut

Sebarkan artikel ini
Kantor Kemenag Kepulauan Sula. (Sumber Foto: Facebook)

SANANA- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Sula mulai memproses laporan dugaan pelanggaran disiplin oknum ASN berinisial WF alias Wahab. Langkah ini diambil merespons aduan dari sang istri, Hindun Soamole, serta diterimanya salinan putusan dari pengadilan.

Kepada media ini, Plt. Kepala Kemenag Kepulauan Sula, Samsuddin Fatahuddin, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa penanganan laporan tersebut telah ditindaklanjuti dan diteruskan ke Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Utara (Malut) sejak Senin (7/9/2026) kemarin.

Gambar

“Kami sudah dapat salinan putusan pengadilan. Untuk penjatuhan sanksi itu kewenangan pusat, tetapi kami sudah menindaklanjuti dengan membuat laporan ke Kanwil, karena kami tidak bisa mengambil keputusan,” ujar Samsuddin, Kamis (10/9/2026).

Samsuddin menjelaskan, WF kini terancam sanksi disiplin tingkat sedang hingga berat. Bentuk sanksinya bervariasi, mulai dari penundaan kenaikan berkala, penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat, hingga pemecatan, tergantung hasil keputusan Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapeg) Pusat.

Di sisi lain, Hindun Soamole secara tegas mendesak agar suaminya diberhentikan secara tidak hormat dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menilai perbuatan WF yang menikah lagi tanpa izin serta menelantarkan keluarga sudah tidak bisa ditoleransi.

“Permintaan saya cuma satu, WF harus dipecat dari ASN. Dia menikah lagi tanpa izin dan menelantarkan saya dan anak. Saat ditelantarkan, anak kami baru berusia 18 bulan dan sekarang sudah berusia sembilan tahun,” tegas Hindun.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Sanana telah menjatuhkan vonis enam bulan kurungan kepada WF melalui putusan perkara Nomor 19/PID.SUS/2026/PN Sanana pada 20 Mei 2026 lalu. (di)

Example 300250
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
previous arrow
next arrow
Gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *