SANANA- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula melaksanakan Dzikir dan Doa Bersama dalam rangka Menyambut malam Pergantian Tahun, dari 2025 ke 2026, dengan menghadirkan penceramah Ustadz Hi. Ardian di Masjid Agung Al-Istiqomah Kota Sanana, Desa Fagudu. Kecamatan Sanana, Rabu, 31 Desember 2025, malam.
Dalam sambutan Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus, yang disampaikan oleh Wakil Bupatinya, Saleh Marasabessy. Ia mengajak semua lapisan masyarakat untuk bermunajat, berzikir, berdoa dan bersyukur atas rahmat dan karunia yang diberikan kepada Allah SWT.
“Semoga kita semua diberikan kekuatan, kesehatan, kesempatan dalam menjalankan tugas-tugas kita, menjadi amal yang baik untuk kita melangkah dan berbuat baik di tahun 2026,” ujar Saleh.
Tahun 2005, kata Saleh, akan di lewati dengan berbagai cerita tentang keberhasilan kegagalan dan tantangan tentunya menjadi pelajaran yang berharga buat semua.
“Malam ini adalah saat yang tepat untuk sejenak merenung dan mengambil hikmah dari perjalanan yang telah kita lalui di tahun 2025,” kata Saleh.
Menurut dia, tahun 2026 adalah geseng button baru untuk melangkah dengan tiket penuh optimisme semangat integritas yang tinggi untuk melakukan perubahan-perubahan dari diri.
Sementara itu, Ustadz Hi. Ardian ceramahnya menyampaikan bahwa Iman adalah pondasi utama dalam ajaran Islam. Iman adalah keyakinan yang tulus dan bulat terhadap Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, malaikat-malaikat-Nya, hari kiamat, dan takdir baik atau buruk. “Iman memberikan kita kekuatan dalam menghadapi cobaan hidup, membimbing kita dalam memilih jalan yang benar, dan memberikan makna pada setiap langkah kita,” terangnya.
Meski begitu, lanjut Ardian, iman tidak hanya tentang keyakinan dalam hati, tapi juga diikuti dengan taqwa. Taqwa adalah takut kepada Allah dan kesadaran akan-Nya dalam segala aspek kehidupan.
“Taqwa memandu kita untuk bertindak sesuai dengan ajaran-Nya, menjauhi yang haram, dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal shaleh,” jelas Ardian.
“Pentingnya iman dan taqwa tampak dalam cara kita berinteraksi dengan sesama, dalam pekerjaan kita, dan dalam keputusan-keputusan kehidupan sehari-hari. Dengan iman yang kokoh, kita menjadi pribadi yang sabar dan tabah dalam menghadapi ujian. Dengan taqwa yang tinggi, kita menjaga lisan, tindakan, dan pikiran kita agar selalu sesuai dengan nilai-nilai Islam,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ustadzah Ardian menjelaskan, Iman dan taqwa membentuk karakter unggul yang tidak hanya memberi manfaat pada diri sendiri, tetapi juga pada masyarakat. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat (49:13), “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
“Dengan iman dan taqwa, kita mampu menjalankan tugas sebagai hamba Allah dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Oleh karena itu, mari tingkatkan iman dan taqwa kita setiap hari, agar setiap langkah kita di dunia ini menjadi amal yang membawa keberkahan dan ridha-Nya,” pungkasnya. (red)


























