Scroll untuk baca artikel
Gambar
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
previous arrow
next arrow
Gambar
MalutSula

Tak Punya SMA hingga Jembatan, Aspirasi Warga Sula Disuarakan Alexander Paka dalam Rapat Paripurna

4
×

Tak Punya SMA hingga Jembatan, Aspirasi Warga Sula Disuarakan Alexander Paka dalam Rapat Paripurna

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Malut, Alexander Paka. (Istimewa)

SANANA– Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dari daerah pemilihan Kepulauan Sula-Pulau Taliabu, Alexander Paka, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat dalam rapat paripurna DPRD Malut terkait Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Politisi Partai Demokrat itu membawa tiga poin utama yang disebut sebagai hasil temuan dan aspirasi masyarakat di lapangan. Aspirasi tersebut mencakup kebutuhan fasilitas pendidikan, pembangunan infrastruktur penghubung antarkawasan, serta perbaikan akses jalan menuju Desa Waisakai.

Gambar

Berikut tiga aspirasi yang disampaikan Alexander Paka:

1. Kebutuhan SMA di Desa Pastabulu

Desa Pastabulu yang dihuni sekitar 1.000 jiwa hingga kini belum memiliki fasilitas Sekolah Menengah Atas (SMA).

Akibat kondisi tersebut, anak-anak di desa itu harus menyeberang menggunakan longboat selama sekitar 25–30 menit untuk melanjutkan pendidikan.

Situasi ini dinilai menjadi beban tersendiri bagi keluarga, terutama dari sisi jarak dan biaya. Karena itu, pembangunan SMA maupun kelas jauh dinilai penting agar anak-anak di Pastabulu dapat memperoleh akses pendidikan yang lebih dekat, layak, dan mudah dijangkau.

2. Penanganan Jembatan Kali Baleha

Persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian, khususnya kondisi Jembatan Kali Baleha yang memiliki bentang sekitar 60 meter.

Jembatan tersebut disebut telah menjadi persoalan masyarakat selama kurang lebih 25 tahun. Fondasi dan tiang pancang yang sebelumnya dibangun dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir.

Kondisi itu berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, penanganan serta pembangunan kembali Jembatan Kali Baleha dinilai mendesak untuk mendukung akses masyarakat sekaligus memperlancar pergerakan warga.

3. Perbaikan Akses Menuju Desa Waisakai

Akses menuju Desa Waisakai juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan dalam rapat paripurna.

Jalur tersebut dapat terputus ketika hujan berlangsung selama beberapa hari.

Kondisi ini berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan anak-anak, akses kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi warga.

Alexander Paka menyebut peningkatan akses menuju Waisakai menjadi kebutuhan penting agar mobilitas masyarakat tetap berjalan serta pelayanan dasar dapat dijangkau dengan lebih mudah, aman, dan berkelanjutan.

Menurut Alexander Paka, aspirasi tersebut merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut.

“Setiap anak berhak bersekolah, setiap warga berhak mendapatkan akses yang layak, dan setiap wilayah berhak merasakan pembangunan,” kata Alex sapaan akrab anggota DPRD Provinsi Malut ini kepada detiksula.com, Jum’at, 18 September 2026.

Ia berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan dan langkah penanganan yang nyata.

“Saya berharap seluruh aspirasi masyarakat ini dapat ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan dan langkah penanganan yang nyata, sehingga pembangunan tidak hanya menjadi perencanaan, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu,” pungkasnya. (di)

Example 300250
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
2025080814130100
previous arrow
next arrow
Gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *