SANANA- Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula ditengah kenaikan harga tiket tahun ini.
Pasalnya, pemerintah mengizinkan kenaikan tarif batas atas sebesar 9 hingga 13 persen mulai April 2026. Kenaikan tarif ini untuk menjaga keberlangsungan industri, ditambah tingginya permintaan pertambahan nilai (PPN).
Kebijakan ini disebabkan oleh lonjakan harga bahan bakar avtur dunia yang mempengaruhi hingga 40 persen biaya operasional maskapai.
Bahkan, lonjakan harga bahan bakar avtur global melesat lebih dari 70 persen, menjadikan faktor utama biaya operasional membengkak, dan pemerintah mengizinkan maskapai menaikan harga tiket domestik sebesar 9 hingga 13 persen untuk menyeimbangkan biaya operasional.
Dampak dari kenaikan harga bahan bakar avtur secara global, maka PT Trigana Air Service juga Turut menaikan Harga Tiket Pesawat Trigana Air, termasuk rute Sanana-Ternate menjadi sebesar Rp 1.258.000, itu sudah termasuk PPN 11 persen IWJR.
Untuk menahan kenaikan tersebut, Bupati Kepulauan Sula bersama Direktur PT Trigana Air Service yang diwakili oleh H. Rubijanto Adisarwono menandatangani kerjasama berdasarkan prinsip kemitraan, Sabtu, 18 April 2026, malam.
Kendati biaya yang cukup tinggi tersebut, namun pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dapat menekan melalui pemberian subsidi atau bantuan, sehingga setelah disubsibi menjadi sebesar Rp 708.000 untuk setiap penumpang (seat) termasuk PPN persen IWJR.
“Kehadiran pesawat untuk warga Sanana sangat penting dan strategis, terutama ketika kondisi yang sangat emergency, kenaikan harga tiket cukup membuat pengguna atau masyarakat menjadi pikiran. Harga tiket yang sebelumnya hanya Rp 600.000 per penumpang Sanana- Ternate kini menjadi jutaan per penumpang,” ungkap Surahman, salah satu warga Kota Sanana.
“Tapi setelah di subsidi pemerintah daerah, meskipun ada kenaikan tapi relatif masih terjangkau,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepulauan Sula, Abdul Kadir Nurali Mengatakan bahwa meskipun di tengah efisiensi pemerintah dan pemerintah daerah, akan tetapi sesuai dengan arahan pimpinan.
“Kami tetap memaksimalkan anggaran yang ada untuk mempermudah akses warga khususnya akses perhubungan udara, karna pesawat Trigana inilah yang menjadi transportasi utama selain kapal laut, ketika ada warga Sula sakit, pasien (Rujuk), berduka atau urusan studi dan lain-lain,” imbuhnya. (di)


















