SANANA- Talud penahan banjir di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Tengah, Kebupaten Kepulauan Sula yang patah beberapa waktu lalu akibat arus sungai saat hujan mengguyur desa tersebut, kini tengah dalam proses perbaikan.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemda Sula, Ade Yudhistira menyatakan, talud penahan banjir patah akibat instensitas hujan yang tinggi di Desa Baleha beberapa hari lalu, kini mulai diperbaiki.
“Talud yang patah di Desa Baleha sementara dalam proses perbaikan, sudah ada alat berat di lokasi,” ungkap Ade kepada media ini, Kamis, 23 April 2024.
Yoyo sapaan akrab Kabid Rahabilitasi dan Rekonstruksi ini menjelaskan, talud penahan banjir di Desa Baleha panjang secara keseluruhan 539 meter, proyek ini dikerjakan pada tahun 2025, dan masa pemeliharaan 6 bulan terhitung sejak Januari 2026.
Dikatakannya, talud yang patah saat ini hanya sepanjang 5 meter, tidak mengalami kerusakan yang parah.
Meski demikian, kata Yoyo, kondisi ini tidak bisa dibiarkan, agar tidak mengancam pemukiman warga desa setempat.
“Talud yang patah itu mulai dikerjakan saat ini, dan perbaikan hanya dilakukan pada bagian yang patah,” tambahnya. (di)




















