SANANA- Sebuah talud penahan banjir di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur, Kebupaten Kepulauan Sula yang patah sejak satu bulan lalu, kini selesai diperbaiki.
Talud yang berada di dekat pemukiman warga desa itu kini kembali berdiri kokoh setelah dikhawatirkan mengancam pemukiman warga.
Pasalnya, patahan talud terjadi pada bulan April 2026, akibat hujan deras mengguyur Desa Baleha, dan arus sungai yang kuat menggerus dinding talud hingga patah.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula, Ade Yudhistira mengatakan, talud penahan banjir di Desa Baleha yang sempat patah akibat hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada satu bulan lalu, kini sudah selesai diperbaiki, dan mulai memberikan rasa aman bagi pemukiman warga.
“Patahan talud hanya sepanjang 5 meter dari total panjang 539 meter, dan Alhamdulillah talud patah tersebut kini sudah selesai diperbaiki,” tandasnya. (di)


























